Tampilkan postingan dengan label Antropologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antropologi. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Maret 2020
Minggu, 21 Juli 2019
Perubahan Sosial
Definisi Perubahan Sosial menurut para ahli:
1. Selo Soemardjan, perubahan sosial
adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat
yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan perilaku di
antara kelompok masyarakat.
2. Samuel Koenig, perubahan sosial
menunjuk pada modifikasi-modifikasi yg terjadi dalam pola-pola kehidupan
manusia.
3. Gillin dan Gillin, perubahan social sebagai
suatu variabel dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan
kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun
karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
4. William Fielding Ogburn, perubahan social
adalah perubahan-perubahan yang meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang
material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar
unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
Rambu-rambu tugas:
Bentuklah kelompok yang terdiri dari empat siswa.
Kemudian buktikan definisi perubahan sosial dari para ahli di atas yang disertai dengan contoh dalam masyarakat.
Jumat, 01 Februari 2019
Dampak Globalisasi
Dampak Globalisasi
o
Dampak positif
·
Memperluas pangsa pasar bagi produksi dalam
negeri
·
Menambah cadangan devisa negara
·
Negara dapat memenuhi kebutuhan hidup rakyat
melalui perdagangan internasional
·
Terjadi transfer teknologi dari Negara maju
o
Dampak negatif
·
Pilihan barang yang beragam mendorong masyarakat
cenderung konsumtif
·
Meningkatkan ketergantungan terhadap investasi
asing
·
Industry kecil kalah bersaing dengan industry besar
(dominasi produk asing semakin kuat)
b.
Bidang politik
o
Dampak positif
·
Mendorong pemerintah mewujudkan good governance/pemerintah yang baik
·
Meningkatkan hubungan diplomatic
·
Meningkatkan dukungan/partisipasi aktif untuk
menciptakan perdamaian dunia
o
Dampak negatif
·
Negara c enderung mengikuti perkembangan
kenegaraan yang dianut banyak Negara di dunia sebagai kesepakatan Negara-negara
dunia yang tergabung dalam satu badan internasional
·
Kebijakan yang telah disepakati secara
internasional sering tidak sesuai ideology suatu Negara
·
Pergolakan politik Negara berpotensi muncul
lebih besar
c.
Bidang sosial budaya
o
Dampak positif:
·
masyarakat dapat mengenal berbagai kebudayaan
asing
·
kehidupan masyarakat semakin maju
·
budaya local/ daerah mulai dikenal dunia
o
Dampak negatif:
·
etnosentrisme
yaitu memandang budayanya lebih baik (suoerior) daripada budaya lain
·
culture
shock yaitu masyarakat merasa gagap/tidak siap terhadap budaya baru yang
mucul
·
culrture
lag/ ketimpangan budaya yaitu perbedaan tingkat kemajuan antarunsur
kebudayaan dalam masyarakat
Selasa, 29 Januari 2019
Kesetaraan Gender
Gender merupakan pembagian peran
dan tanggung jawab seseorang sebagai hasil budaya yang berkembang dalam
masyarakat. Berkembangnya nilai-nilai social dan budaya tertentu terkadang
menyebabkan pelabelan atau stereotip. Stereotip berkaitan dengan sikap-sikap
ataupun citra terhadap jenis kelamin tertentu dalam masyarakat. Stereotip yang
berkembang tersebut menyebabkan munculnya anggapan bahwa jenis kelamin tertentu
identik dengan pekerjaan tertentu serta memiliki sifat-sifat tertentu. Misalnya:
laki-laki identik kuat dan perempuan identik lembut.
Akan tetapi perkembangan zaman
menyebabkan stereotip atau pelabelan terhadap jenis kelamin tertentu memudar, terlebih
setelah berkembangnya konsep keseraan dalam masyarakat. Kesetaraan peran antara
laki-laki dan perempuan menyadarkan laki-laki dan perempuan dapat menjadi
mitra. Artinya, tidak ada pihak yang berada di depan atau dibelakang pihak
lain. Kesetaraan gender dalam masyrakat bertujuan menghapus anggapan mengenai jenis
kelamin tertentu lebih baik dari pada jenis kelamin lain. Laki-laki dan
perempuan juga mempunyai kesempatan sama untuk memperoleh status atau kedudukan
dalam masyarakat berdasarkan kemampuan atau keahlian.
Kamis, 24 Januari 2019
Postmodern dalam Antropologi
Paradigma ilmiah modern yang lebih menekankan kesatuan,
homogenitas, objektivitas, dan universalitas. Sementara ilmu pengetahuan
dalam pandangan postmodernis lebih menekankan pada pluralitas,
perbedaan, heterogenitas, budaya lokal atau etnis dan pengalaman hidup
sehari-hari.
Dengan kata lain, memahami postmodernisme berarti mengasumsikan
pertanyaan tentang hilangnya kepercayaan pada proyek modernitas,
munculnya semangat pluralisme, skeptisme, terhadap ortodoksi
tradisional, serta penolakan terhadap pandangan bahwa dunia merupakan
suatu totalitas yang universal, pendekatan terhadap harapan akan solusi
akhir dan jawaban yang sempurna. Maka untuk memahaminya diperlukan
kekayaan makna dan keluasan wawasan.
Postmodernisme, dalam ranah pengetahuan (knowledge), dimengerti oleh Lyotard sebagai ketidakpercayaan terhadap metanarasi (metanarrative) atau narasi besar (grand narrative).
Selama ini (dalam abad modern) ilmu pengetahuan ilmiah atau sains,
sebagai salah satu wacana yang mengklaim dirinya sebagai satu-satunya
jenis pengetahuan yang valid.
http://antronesia.com/antropologi-di-zaman-postmodern/
Selasa, 22 Januari 2019
ETNOGRAFI
ETNOGRAFI
Etnografi berasal dari kata ethno (bangsa atau suku bangsa), dan graphy (tulisan).
Jadi etnografi berarti tulisan atau deskripsi
mengenai kehidupan social budaya sautu suku bangsa.
Spradly menyatakan bahwa etnografi adalah kegiatan
menguraikan dan menjelaskan suatu kebudayaan.
Spinder, menyatakan bahwa etnografi adalah kegiatan
antriopologi di lapangan.
Penelitian atau kajian etnografi bersifat holistic
atau menyeluruh. Artinya, kajian etnografi tidak hanya mengarahkan perhatiannya
pada salah satu variable tertentu saja. Bentuk holistic didasarkan pada
pandangan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan system yang terdiri dari satu
kesatuan utuh.
Etnografi adalah upaya untuk mendeskripsikan
kebudayaan. Kebudayaan baik secara implicit maupun ekplisit terungkap melalui
bahasa. Bahasa merupakan alat utama untuk menyebarkan kebudayaan dari satu
generasi kegenerasi berikutnya yang ditulis dalam bentuk linguistic. Jadi,
dalam studi etnografi, ethnolinguistik berfungsi untuk menggali kebudayaan.
METODE ETNOGRAFI DAN TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
1.
Metode Observasi/Pengamatan
Metode ini dilakukan melalui pengamatan
inderawi, yaitu dengan melakukan pencatatan terhadap gejala-gejala pada objek
penelitian secara langsung di lapangan.
Pada metode ini, pengumpulan data
dilakukan dengan mencatat semua kejadian atau fenomena yang diamati ke dalam
catatan lapangan (field notes).
Keuntungan:
-
Data yang diperoleh adalah data langsung dari
informan (data primer)
-
Data yang diperlukan diperoleh dalam waktu yang
relative singkat
Kelemahan:
-
Terbatasnya kemampuan pengamatan menyebabkan
banyak informasi yang terlewat
-
Terbatasnya dana dan waktu dikarenakan factor
jarak yang jauh dari tempat peneliti
Prinsip pengamatan:
-
Pengamatan harus dilakukan secara cermat, jujur,
objektif, serta terfokus
-
Mempertimbangkan luas-tidaknya objek yang
diteliti. Yang perlu diingat adalah semakin banyak objek yang diamati, maka
pengamatan semakin sulit dilakukan
-
Menentukan cara dan prosedur pengamatan terlebih
dahulu
-
Merencanakan apa saja yang akan dicatat serta
bagaimana cara membuat catatan pengamatan
2.
Metode wawancara
a.
Jenis wawancara
-
Wawancara berencana, yaitu wawancara yang
dilaksanakan melalui teknik-teknik tertentu, antara lain menyusun sejumlah
pertanyaan sedemikian rupa dalam bentuk angket atau kuesioner
-
Wawancara tidak berencanam, yaitu wawancara yang
tidak direncanakan secara sistematis dan tidak menggunakan pedoman wawancara.
Namun, bukan berarti tanpa perencanaan sama sekali. Wawancara ini dilaksanakan
untuk memperoleh tanggapan tentang penadangan hidup, system keyakinan, atau
keagamaan
Metode
wawancara tidak berencana masih terbagi lagi menjadi dua macam:
-
Wawancara terfokus (focused interview) , yaitu terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang
tidak berstruktur, tetapi terpusat pada satu pokok
-
Wawancara bebas (free interview), yaitu pertanyaan yang tidak terpusat, melainkan
dapat berpindah-pindah pokok pertanyaan
Dilihat
dari bentuk pertanyaannya:
-
Wawancara tertutup, yaitu terdiri dari berbagai
pertanyaan yang jawabannya terbatas. Terkadang pilihan jawaban hanya berbentuk
“ya” dan “tidak”
-
Wawacara terbuka, yaitu pertanyaan yang
jawabannya berupa keterangan atu cerita yang luas
b.
Keuntungan dan kelemahan
-
Keuntungan
Ø
Data yang diperoleh sesuai dengan harapan dan
tujuan peneliti
Ø
Dapat diperoleh data yang sifatnya pribadi
Ø
Akan terjadi hubungan baik (rapport) antara pewawancara dengan yang diwawancarai
-
Kelemahan
Ø
Memerlukan waktu yang cukup lama
Ø
Memerlukan biaya yang cukup besar
Ø
Sulit mencari waktu yang tepat untuk mengeadakan
wawancara
KERANGKA ETNOGRAFI
Menurut Koentjaraningrat kerangka etnografi terdiri
atas:
1.
Lokasi, Linkungan Alam, dan Demografi
Membahas tentang:
-
Iklim
-
Sifat daerah, yaitu apakah pegunungan, dataran
tinggi, dataran rendah, pulau, rawa, atau hutan
-
Suhu dan curah hujan
-
Penyebaran penduduk
-
Ciri flora dan fauna
-
Peta desa
-
Demografi
2.
Asal Mula dan Sejarah
Membahas tentang:
-
Prasejarah dan lokasi
-
Mitologi dan cerita rakyat setempat
-
Naskah kuno
3.
Bahasa
Membahas tentang:
-
Bahasa lisan dan logatnya
-
Bahasa tertulis
-
Naskah kuno
4.
Tekonologi
Membahas tentang tekonologi tradisional
daerah setempat. Misalnya: alat-alat produksi, senjata, wadah, alat untuk
menyalakan api, pakaian dan perhiasan, perumahan, dan alat transportasi.
5.
System ekonomi
Membahas tentang system perekonomian
masyarakat setempat. Misalnya: system berburu, meramu, bercocok tanam,
berladang, menangkap ikan.
6.
Organisasi social
Membahas tentang:
-
Kelompok inti, termasuk monogamy dan poligai,
pembantu rumah tangga, dan kemenakan
-
Keluarga luas, termasuk generasi anak yang
menikah
-
Keluarga inti yang dikelilingi lingkaran kerabat
sepupu
-
Keluarga yang dikelilingi oleh kelompok kecil. Meliputi:
jalur patrilineal atau matrilineal
-
Keluarga yang dikelilingi oleh kelompok besar, baik
melalui jalur patrilineal maupun matrilineal yang mengacu pada identitas saja
-
Komunikasi dengan sesame sebagai suatu kelompok
yang terdiri atas lebih dari satu keluarga yang hidup berdekatan dan membagi
tanahnya antaranggota keluarga
7.
Pengetahuan
Membahas tentang system pengetahuan yang
meliputi teknologi dan kepandaian suatu suku bangsa dalam hal tertentu.
Misalnya: pada masyarakat nelayan,
bagaimana mengetahui musim-musim perpindahan jenis berbagai jenis ikan, serta
alat apa sajakah yang diperlukan untuk menangkap ikan. Selain itu, juga dapat
diketahui tentang pengetahuan akan alam, tumbuh-tumbuhan, dan binatang
8.
Religi
Membahas tentang agama dan kepercayaan
masyarakat setempat. Termasuk juga system upacara keagamaan, konsep tentang
dewa-dewa, konsep makhluk atau roh halus, konsep hidup dan mati, konsep dunia
akhirat, dan mite atau konsep lainnya.
9.
Kesenian
Membahas tentang
berbagai kesenian yang ada di masyarakat setempat. Misalnya: seni rupa (seni
patung, relief, seni lukis dan seni rias), seni suara atau seni music (vocal dan
instrumental), seni tari, dan seni drama
PELAKSANAAN STUDI ETNOGRAFI
Rencana atau tahapan penelitian (studi) etnografi antara
lain:
1.
Tahapan persiapan
2.
Tahap memasuki lapangan
3.
Tahap analisis/pengolahan data
Penelitian etnografi menggunakan metode penelitian
kualitatif yang berupa deskripsi mendalam terhadap fenomena budaya.
Dalam kaitan ini diterapkan konsep analisis budaya
Geertz yang disebut dengan “model for”
dan “model of”. Model for, yaitu konsep yang telah ada diterapkan ke dalam realitas
atau fenomena social budaya. Model of, yaitu
realitas fenomena social budaya ditafsirkan atau dipahami.
Untuk mengungkap makna dan fungsi suatu fenomena
budaya digunakan teknik analisis kualitatif etnografik. Maksudnya, peneliti
berusaha mendeskripsikan secara etnografik tentang sikap, kata-kata, dan
perbuatan masyarakat pendukungnya. Deskripsi tersebut digambarkan secara holistic
dan mendalam. Analisis ini dilakukan secara terus-menerus, baik pada saat
dilapangan maupun setelah keluar dari lapangan. Sajian data analisis dilakukan
secara deskriptif yang mendalam.
Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap
berikut:
a.
Editing
Semua data yang telah diperoleh dari informan, perlu
dibaca kembali. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengeditan data antara lain:
-
Kelengkapan dan kesempurnaan data. Seperti:
kelengkapan identitas informan, jawaban responden, atau adakah jawaban yang
tidak terjawab
-
Kejelasan tulisan dan pemahaman catatan, artinya
coretan yang berkaitan dengan data harus diperjelas.
-
Kesesuaian antara pertanyaan dengan jawaban yang
diberikan.
b.
Pengkodean Data
Setelah tahap editing selesai, tahap berikutnya adalah
pemberian kode untuk memudahkan dalam proses analisisnya.
c.
Analisis dan Interpretasi Data
Tahap:
-
Reduksi data, yaitu proses mengubah rekaman data
ke dalam pola, focus, kategori, atau pokok permasalahan tertentu
-
Penyajian data, yaitu menampilkan data dengan
memasukkan data ke dalam sejumlah matriks yang kategorinya sudah ditentukan.
-
Pengambilan kesimpulan dari data yang direduksi
dan disajikan tadi. Kesimpulan ini merupakan jawaban dari pertanyaan
penelitiannya. Dalam hal ini, diperlukan kemampuan peneliti dalam melukiskan
atau menuturkan interpretasinya melalui kalimat-kalimat yang jelas.
Langganan:
Postingan (Atom)