Tampilkan postingan dengan label Menyimak Sajian Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyimak Sajian Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2018

Kata Orang Jawa

Masyarakat Jawa memang penuh dengan berbagai (sudut) pandangan/perspektif, pendapat, anggapan, angan-angan, atau bahkan dijadikan sebagai pedoman dalam bertingkah laku. Yang kesemuanya itu terkadang di luar jangkauan logika. Bisa dicontohkan:
Ketika kita tiba-tiba terasa pingin ke belakang alias sakit perut alias pingin buang air besar. Dimana pas kepinginan itu kita berada di perjalanan, ditengah-tengah sawah, dan sebagainya (yang pasti kita lagi berada pada situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk segera mememnuhi hasrat tersebut. Maka yang bisa dilakukan adalah Ngesaki Krikil (mengantongi batu kecil). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunda barang sejenak agar keinginan kebelakang.
Mungkin hal itu tidak masuk akal, namun beberapa orang yang menerapkannya ternyata manjur juga. Bisa ditunda dalam waktu relatif lama, bahkan sampai rumah.

Jumat, 02 Maret 2018

Semut

Dokumen Pribadi

Semut merupakan binatang yang unik. Tubuhnya kecil dan nampak ringan banget. Kaki-kaki yang menopang tubuhnya ada tiga pasang. Karena tubuhnya kecil, maka kaki-kaki yang menopang tubuhnya pun kecil. Meskipun punya kaki banyak, namun antar kaki itu tidak saling bertabrakan atau bahkan saling takling ketika berjalan alias kesrimpet. Ditambah lagi gerakannya lincah bukan kepalang, sekali lagi padahal kakinya banyak. 
Meskipun sekecil itu, ia memiliki senjata untuk mempertahankan diri, yaitu cupit dan air liur (kurang paham namanya apa). Dan jangan ditanya ketika ia menggigit. Gigitannya...byuh...byuh...byuh... sakit euy. Apalagi jika ditambah dengan posisi Si Semut ketika menggigit, nungging. Itu berarti ia lagi mengeluarkan tenaga dengan amat kuat dan habis-habisan dalam berperang. 

Terus, apa yang bisa dipelajari dari Semut...
Seperti yang sudah diutarakan, bahwa Si Kecil ini memiliki senjata untuk bertahan dan melindungi diri dari bahaya yang mengancam jiwa. Nah, dari kepemilikan senjata legal inilah dapat diambil pelajaran. 
Meskipun bertubuh mungil, tapi jangan ditanya ketika ia diganggu. Artinya jangan mengganggu Si Semut. Dapat dipastikan ia akan melawan. Ya..melawan dengan senjata dan dengan segala upaya yang ia miliki. Dalam melakukan perlawanan ini, ia tidak akan memilih dan memandang lawan. Pedomannya adalah siapapun atau apapun yang mengganggu harus dilawan. Lawan yang lebih besar pun ia akan melawannya.
Hal ini bukanlah aksi bunuh diri atau mati konyol atau apalah artinya, namun bisa dilihat perihal keberanian dan perlawanan yang begitu sengit. Itulah jihadnya.
Nah, bisa dilihat bahwa pantang menyerah sebelum bertindak. Mati terhormat, itulah pilihannya. 
Bisa dilihat pula bahwa meskipun selemah apapun diri ini, namun tidak boleh menyerah pada keterbatasan dan kelemahan tersebut. Tetaplah melakukan sesuatu... !!

Jikalau boleh mengandaikan, bahwa semut seperti halnya orang lemah sedang lawannya seekor gajah. Dimana orang lemah (orang yang tidak memiliki daya tawar) sedang lawannya adalah orang yang mempunyai daya tawar yang tidak diragukan keberadaannya (mengenai fisik dan jabatan). Namun, Si Semut tetap berjuang sampai titik darah penghabisan.
Orang kecil ini, akan melakukan apapun guna mempertahankan pendapat dan pendirian mereka.

>>Jangan sekali-sekali mengganggu Semut jika tidak ingin digigit. Sakit tau..!! 😁<<