karya 1
Observasi di Desa Kuniran
Jum’at, 14 November 2025
Jajanan keliling di Desa Kuniran
Sabtu, 15 November 2025
Gubuk ditengah Sawah
Minggu, 16 November 2025
Kerja Petani di Desa Kuniran dengan Alat Tradisional dan Modern
Dari pengamatan langsung di warung
Desa Kuniran, suasana yang terlihat cukup sederhana dan khas pedesaan. Di depan
warung terdapat beberapa motor yang terparkir berjajar, menandakan bahwa warung
ini cukup ramai dikunjungi warga sekitar. Lingkungannya masih alami,
dikelilingi pohon-pohon besar yang membuat tempat ini teduh dan nyaman untuk
singgah. Warungnya sendiri memiliki bangunan sederhana dengan meja kayu dan
kursi panjang. Tempat ini biasanya jadi lokasi orang-orang berhenti sebentar
untuk istirahat, ngopi, atau sarapan sebelum melanjutkan aktivitas.
Tahlil GILIR di desa Gunungsari dukuh ngumpleng, pada saat malam Jumat di desa Gunungsari dukuh ngumpleng akan mengadakan tahlil dengan bergiliran sesuai urutan, sehabis isya akan ada pengumuman untuk tahlil di rumah siapa acara tahlil gilir akan di berlangsungkan,selesai tahlil pemilik rumah akan mengeluarkan jamuan makanan dan minuman.Tahlil gilir biasanya di pimpin oleh sesepuh desa,peserta tahlil gilir ini terdiri dari orang tua sampai anak anak.
Hasil dari Wawancara saya dari tetangga dan bapak saya sendiri mengatakan zaman dulu sebelum ada toa masyarakat desa ngumpleng memberi pengumuman dimana acara tahlil gilir di berlangsungkan lewat mulut kemulut berbeda dengan zaman sekarang yg sudah ada alat pengeras suara sehingga memudahkan informasi untuk tersebar.
Sabtu, 15 November 2025
Jajanan keliling di desa tanjungsari
Gambar 1 : penjualan keliling
Suasana jalan di Desa tanjungsari dengan langit cerah. Di tengah jalan tampak seorang penjual keliling yang mengendarai motor dengan keranjang besar (bojok) di jok belakang motornya. Barang dagangannya terlihat beragam, berisi kue, camilan, atau jajanan tradisional. Kehadiran penjual ini menunjukkan aktivitas ekonomi kecil masyarakat di Desa Kuniran, dimana ia menjual makanan dari satu tempat ke tempat lain menggunakan motornya itu.
Gambar 2–Penjualan Keliling Jadah di Rembang (Desa Karanggeneng)
Gambar tersebut menunjukkan jadah, yaitu jajanan tradisional yang dibuat dari beras ketan dan parutan kelapa muda dengan rasa gurih manis. Di Rembang, termasuk di Desa Karanggeneng, jajanan seperti ini sering dijual secara keliling oleh pedagang yang berkeliling kampung pada pagi atau sore hari. Biasanya jadah dibungkus daun pisang dan berbentuk kotak. Masyarakat desa bisa dengan mudah menemukannya di pasar tradisional maupun dari penjual keliling yang mampir dari rumah ke rumah.
– macam ²Jadah di Rembang (Desa Karanggeneng)
Gambar tersebut menunjukkan jadah, yaitu jajanan tradisional yang dibuat dari beras ketan dan parutan kelapa muda dengan rasa gurih manis. Di Rembang, termasuk di Desa Karanggeneng, jajanan seperti ini sering dijual secara keliling oleh pedagang yang berkeliling kampung pada pagi atau sore hari. Biasanya jadah dibungkus daun pisang dan berbentuk kotak. Masyarakat desa bisa dengan mudah menemukannya di pasar tradisional maupun dari penjual keliling yang mampir dari rumah ke rumah.
Nama Kelompok :
1. Devi Oktavia Safira (10)
2. Fiadha Deviana Sari (12)
3. Najwa Zahira Aziyya (21)
4. Sinta Nur Widyanti (31)
GLOBALISASI / PERUBAHAN SOSIAL DATA LAPANGAN
Desa Sidowayah, Rembang
14 – 17 November 2025
π Jumat, 14 November 2025
Hari ini aku lihat kalau tradisi sedekah bumi udah nggak pernah diadain lagi. Katanya sih dulu rame banget, tapi sekarang udah nggak ada yang ngurusin. Di pinggir jalan desa banyak warga buka warung kecil, tapi beberapa yang aku tanya bilang pembeli kadang rame, kadang sepi—nggak tentu. Sore hari, banyak anak-anak muda nongkrong di warung kopi, main game online di HP. Mayoritas main ML sama FF, sambil ngobrol santai.
π Sabtu, 15 November 2025
Malam-malam aku keliling desa, ternyata ronda malam udah nggak ada lagi. Padahal dulu tiap RT ada jadwal piketnya. Di dekat rumah warga, aku lihat ada pengrajin mebel lagi ngerjain lemari. Katanya pesanan makin banyak dari luar desa. Di sekitar warung kopi, anak-anak muda masih nongkrong, bahkan sampai cukup malam. Warnet udah jarang, jadi semua pindah ke warung kopi.
π Minggu, 16 November 2025
Pagi ini ada pengajian Minggu Pon di langgar. Warganya lumayan banyak yang datang, mulai ibu-ibu sampai bapak-bapak. Di rumah salah satu warga, ada yang buka jasa pijat tradisional. Katanya sudah dari dulu, tapi sekarang lebih banyak pengunjung karena orang-orang sering pegal akibat kerja berat. Beberapa ibu-ibu cerita bahwa warung kecil makin banyak, tapi pembeli makin nyebar, jadi penghasilannya nggak pasti.
π Senin, 17 November 2025
Aku lihat ada jasa laundry baru buka di dekat jalan utama desa. Katanya banyak pelanggan dari anak muda dan keluarga sibuk. Di rumah lain, ada seorang ibu yang buka usaha penjahit dan bordir. Di meja kerjanya sudah numpuk pesanan baju dan seragam sekolah. Warga bilang perubahan di desa makin kelihatan: banyak usaha baru, tapi beberapa tradisi lama mulai hilang.
BUKTI PENGAMATAN :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar