Selasa, 25 November 2025

Karya Kelas XII-10, November 2025

karya 1

Observasi di Desa Kuniran

Jum’at, 14 November 2025

Jajanan keliling di Desa Kuniran

Gambar 1: Penjual keliling

Suasana jalan di Desa Kuniran dengan langit mendung. Di tengah jalan tampak seorang penjual keliling yang mengendarai motor dengan keranjang besar (bojok) di jok belakang motornya. Barang dagangannya terlihat beragam, berisi kue, camilan, atau jajanan tradisional. Kehadiran penjual ini menunjukkan aktivitas ekonomi kecil masyarakat di Desa Kuniran, dimana ia menjual makanan dari satu tempat ke tempat lain menggunakan motornya itu.
Gambar 2: Macam-macam jajanan
Foto diatas adalah hasil pembelian dari penjual keliling tersebut. Ada beberapa jenis jajanan, seperti dimsum yang dijual satuan, pastel, piscok dan kripik gado-gado. Di dalam foto ini menegaskan bahwa penjual keliling di foto pertama memang menjual berbagai macam makanan, dan saya membeli empat produk untuk observasi tugas kelompok. Dari keempat produk tersebut saya tertarik untuk membahas kripik gado-gado, karena pada umumnya gado-gado itu lontong sayur. Tapi kok bisa jadi kripik? Dan anehnya kripik gado-gado ini terbuat dari singkong, bukan kelontong, dan tidak di semua daerah ada yang menjual kripik gado-gado tersebut, jadi bisa dibilang kripik gado-gado ini jajanan yang langka.
Gambar 3: Gado-gado dan kripik gado-gado

Cemilan tersebut adalah kripik gado-gado, yaitu keripik singkong yang diiris tipis-tipis, dikasih kacang tanah, dan bumbu pedas-manis. Penting untuk diperjelas bahwa kripik gado-gado ini bukan makanan gado-gado lontong sayur, melainkan camilan renyah yang termasuk jajanan kering.

Sabtu, 15 November 2025

Gubuk ditengah Sawah

Saat melakukan pengamatan langsung di area persawahan, saya melihat gubuk kecil yang berdiri sederhana di tengah-tengah padi. Gubuknya tidak besar, juga tidak kokoh nampaknya. Dengan rangka bambu dan atap dami yang sudah mulai mengering. Walaupun sederhana, gubuk itu jelas masih aktif digunakan untuk tempat Istirahat Petani ketika siang hari. Mereka makan bekal, minum, atau sekadar duduk sambil mengobrol. Gubuk memberikan keteduhan setelah lama bekerja di bawah panas. Gubuk juga berfungsi sebagai tempat berkumpul dan saling berbagi cerita antarpetani.

Minggu, 16 November 2025

Kerja Petani di Desa Kuniran dengan Alat Tradisional dan Modern

Gambar 5: Alat tradisional dan modern untuk membajak sawah

Dari apa yang saya lihat langsung di sawah Desa Kuniran, para petani sedang membajak tanah pakai dua jenis alat, yaitu hand tractor dan traktor besar. Hand tractor bentuknya kecil, didorong dari belakang, cocok buat lahan yang nggak terlalu luas, tapi lebih capek dipakainya karena petani harus jalan di lumpur sambil ngarahin mesin. Sedangkan traktor besar ukurannya gede, dikendarai dari atas kayak mobil, tenaganya kuat, dan bisa ngerjain lahan luas lebih cepat dan rata. Sawah di Kuniran kelihatan subur dan tergenang air, tandanya siap tanam. Suasananya tenang, suara mesin traktor kedengeran jelas, dan aroma tanah basah bikin suasana persawahan makin terasa. Secara keseluruhan, Desa Kuniran kelihatan banget sebagai desa pertanian yang udah mulai nyampurin cara tradisional dengan teknologi modern biar kerjaan jadi lebih gampang dan efisien.

Senin, 17 November 2025
Warung dan Makanan Khas Daun Jati

Gambar 6: Warung sederhana dan nasi rames

Dari pengamatan langsung di warung Desa Kuniran, suasana yang terlihat cukup sederhana dan khas pedesaan. Di depan warung terdapat beberapa motor yang terparkir berjajar, menandakan bahwa warung ini cukup ramai dikunjungi warga sekitar. Lingkungannya masih alami, dikelilingi pohon-pohon besar yang membuat tempat ini teduh dan nyaman untuk singgah. Warungnya sendiri memiliki bangunan sederhana dengan meja kayu dan kursi panjang. Tempat ini biasanya jadi lokasi orang-orang berhenti sebentar untuk istirahat, ngopi, atau sarapan sebelum melanjutkan aktivitas.

Makanan yang disajikan di warung ini juga sangat khas pedesaan. Salah satunya adalah hidangan yang dibungkus menggunakan daun jati, yang terlihat pada foto. Di dalamnya ada nasi, mie, sambal, dan lauk sederhana. Aroma daun jati yang kuat memberikan rasa dan sensasi khas yang nggak ditemukan di tempat makan modern. Secara keseluruhan, observasi ini menunjukkan bahwa warung di Desa Kuniran bukan hanya tempat makan, tapi juga tempat berkumpul dan beristirahat, dengan suasana alami dan sajian tradisional yang mempertahankan ciri pedesaan yang hangat dan sederhana.

karya 2
TAHLIL GILIR

Tahlil GILIR di desa Gunungsari dukuh ngumpleng, pada saat malam Jumat di desa Gunungsari dukuh ngumpleng akan mengadakan tahlil dengan bergiliran sesuai urutan, sehabis isya akan ada pengumuman untuk tahlil di rumah siapa acara tahlil gilir akan di berlangsungkan,selesai tahlil pemilik rumah akan mengeluarkan jamuan makanan dan minuman.Tahlil gilir biasanya di pimpin oleh sesepuh desa,peserta tahlil gilir ini terdiri dari orang tua sampai anak anak.

Hasil dari Wawancara saya dari tetangga dan bapak saya sendiri mengatakan zaman dulu sebelum ada toa masyarakat desa ngumpleng memberi pengumuman dimana acara tahlil gilir di berlangsungkan lewat mulut kemulut berbeda dengan zaman sekarang yg sudah ada alat pengeras suara sehingga memudahkan informasi untuk tersebar.


karya 3
Observasi Desa Karanggeneng


Sabtu, 15 November 2025

Jajanan keliling di desa tanjungsari


Gambar 1 : penjualan keliling

Suasana jalan di Desa tanjungsari dengan langit cerah. Di tengah jalan tampak seorang penjual keliling yang mengendarai motor dengan keranjang besar (bojok) di jok belakang motornya. Barang dagangannya terlihat beragam, berisi kue, camilan, atau jajanan tradisional. Kehadiran penjual ini menunjukkan aktivitas ekonomi kecil masyarakat di Desa Kuniran, dimana ia menjual makanan dari satu tempat ke tempat lain menggunakan motornya itu.



Gambar 2–Penjualan Keliling Jadah di Rembang (Desa Karanggeneng)

Gambar tersebut menunjukkan jadah, yaitu jajanan tradisional yang dibuat dari beras ketan dan parutan kelapa muda dengan rasa gurih manis. Di Rembang, termasuk di Desa Karanggeneng, jajanan seperti ini sering dijual secara keliling oleh pedagang yang berkeliling kampung pada pagi atau sore hari. Biasanya jadah dibungkus daun pisang dan berbentuk kotak. Masyarakat desa bisa dengan mudah menemukannya di pasar tradisional maupun dari penjual keliling yang mampir dari rumah ke rumah.


 – macam ²Jadah di Rembang (Desa Karanggeneng)

Gambar tersebut menunjukkan jadah, yaitu jajanan tradisional yang dibuat dari beras ketan dan parutan kelapa muda dengan rasa gurih manis. Di Rembang, termasuk di Desa Karanggeneng, jajanan seperti ini sering dijual secara keliling oleh pedagang yang berkeliling kampung pada pagi atau sore hari. Biasanya jadah dibungkus daun pisang dan berbentuk kotak. Masyarakat desa bisa dengan mudah menemukannya di pasar tradisional maupun dari penjual keliling yang mampir dari rumah ke rumah.


karya 4

Nama Kelompok :

1. Devi Oktavia Safira (10)

2. Fiadha Deviana Sari (12)

3. Najwa Zahira Aziyya (21)

4. Sinta Nur Widyanti (31)


GLOBALISASI / PERUBAHAN SOSIAL DATA LAPANGAN 

Desa Sidowayah, Rembang

14 – 17 November 2025


πŸ“… Jumat, 14 November 2025

Hari ini aku lihat kalau tradisi sedekah bumi udah nggak pernah diadain lagi. Katanya sih dulu rame banget, tapi sekarang udah nggak ada yang ngurusin. Di pinggir jalan desa banyak warga buka warung kecil, tapi beberapa yang aku tanya bilang pembeli kadang rame, kadang sepi—nggak tentu. Sore hari, banyak anak-anak muda nongkrong di warung kopi, main game online di HP. Mayoritas main ML sama FF, sambil ngobrol santai.


πŸ“… Sabtu, 15 November 2025

Malam-malam aku keliling desa, ternyata ronda malam udah nggak ada lagi. Padahal dulu tiap RT ada jadwal piketnya. Di dekat rumah warga, aku lihat ada pengrajin mebel lagi ngerjain lemari. Katanya pesanan makin banyak dari luar desa. Di sekitar warung kopi, anak-anak muda masih nongkrong, bahkan sampai cukup malam. Warnet udah jarang, jadi semua pindah ke warung kopi.



πŸ“… Minggu, 16 November 2025

Pagi ini ada pengajian Minggu Pon di langgar. Warganya lumayan banyak yang datang, mulai ibu-ibu sampai bapak-bapak. Di rumah salah satu warga, ada yang buka jasa pijat tradisional. Katanya sudah dari dulu, tapi sekarang lebih banyak pengunjung karena orang-orang sering pegal akibat kerja berat. Beberapa ibu-ibu cerita bahwa warung kecil makin banyak, tapi pembeli makin nyebar, jadi penghasilannya nggak pasti.


πŸ“… Senin, 17 November 2025

Aku lihat ada jasa laundry baru buka di dekat jalan utama desa. Katanya banyak pelanggan dari anak muda dan keluarga sibuk. Di rumah lain, ada seorang ibu yang buka usaha penjahit dan bordir. Di meja kerjanya sudah numpuk pesanan baju dan seragam sekolah. Warga bilang perubahan di desa makin kelihatan: banyak usaha baru, tapi beberapa tradisi lama mulai hilang.


BUKTI PENGAMATAN :








Tidak ada komentar:

Posting Komentar